Thursday, May 10, 2007
..........................................................................................................................................
farewell
hai blog, kmuw pakabar?
sudah lama ya aku nggak menjamahmu.. aku datang lagi hari ini, buat pamit, karena rumah baru sudah tersedia buat ku.. maav, bukan maksud hati aku berpaling,
bubye,,,
owiyah, yang kebetulan lagi blogwalking kemari, sila diupdate link baru nya yahh.. trererengkyuuuLabels: freewriting
posted by nina
||3:56 PM ||
|
Friday, April 13, 2007
..........................................................................................................................................
Uti
Semalam saat perjalanan melintasi menteng menuju kuningan, tiba-tiba saja saya teringat Uti. Iya Uti, wanita yang menjadi ibu dari ibu saya.
Tiba-tiba saja kangen..kangen sekali, padahal beliau sudah meninggal saat saya masih kelas dua smp.
Saya biasa memanggilnya Uti. Tidak peduli meskipun sepupu-sepupu saya memanggil baliau dengan lengkap, " Mbah Putri" plus selalu memakai bahasa jawa krama inggil kalau lagi ngobrol dengannya. Sedangkan saya, mungkin karena blasteran jawa - madura, cukup memanggil nya Uti, dengan bahasa jawa biasa. Alasan lainnya mungkin karena adalah cucu nya yang terdekat, sehingga kami bisa lebih akrab. Sedangkan cucu yang lain ada di luar kota.
Rumah Uti merupakan rumah kedua bagi saya. Karena setiap pulang sekolah saya selau pulang ke rumah Uti, berangkat ngaji dan les dari rumah Uti, baru setelah ngaji pulang ke rumah.
Ti, aku kangen.
Kangen saat-saat sebelum tidur disampingmu, sambil didongengi cerita jaman mudamu dulu, saat masih penjajahan Jepang. Uti selalu ingat, bagaimana beliau dididik dengan keras oleh ayahnya, beliau juga ingat bagaimana takutnya saat berlindung di ruangan bawah tanah saat Jepang menyerbu desa di Tulungagung sana.
Saya juga kangen saat tidur di pangkuanmu sambil cerita apa saja yang terjadi sepanjang hari itu.
Ti, aku kangen
Kangen dipanggil "Ngger". Kangen ditunggu di teras rumah saat pulang sekolah. Kangen "diselamatkan" dari kemarahan ibu kalo saya lagi bandel. Kangen sop & soto ayam yang rasanya enak banget (bukan cuma saya yang bilang gini, tapi semua sepupu selalu minta dibuatin soto ayam kalau lagi mudik).
ah,, kangen semuanya..
Saya ingat dulu saat saya masih kelas nol kecil. Biasanya setiap hari Bapak selalu menjemput saya pulang sekolah. Tapi hari itu, mungkin Bapak sedang ada rapat atau apa, saya nggak dijemput. Atau lebih tepatnya terlambat dijemput. Sampai jam 11 lebih saya masih berdiri di halaman sekolah menunggu. Nggak tau mesti pulang kemana. Mau naek becak sendiri juga nggak tau, apa nama daerah rumah Uti..anak kecil gituh..hehehhehe..
Dan, tiba-tiba Uti datang jadi penyelamat. Beliau tergopo-gopoh dan kawatir sekali kelihatannya. Beliau datang menjemput saya, karena hari sudah siang tapi saya belum pulang juga.. Ya ampun Ti,,untung aja Uti datang, kalau nggak, mungkin saya sudah keliling kota naek becak tanpa tau tujuan.hehehe.
Dan Uti selalu menemani saya sampai saya beranjak SD lalu SMP. Beliau tetap sama, selalu menunggu saya di teras depan rumah setiap siang. Kalaupun saat saya pulang sekolah Uti tidak ada di teras, setelah membuka pintu untuk saya, beliau pasti ngomong "oalah ngger, kok suwe? Uti sektas ae mlebu omah ket mau ngenteni". Setelah itu , beliau pasti menyuruh saya cuci tangan dan kaki, lalu menemani saya makan siang. Bukan hanya itu, setiap sore Uti selalu tanya, "Ngger, sesuk pingin maem apa?".. wawawaa, apa yang beliau masak selalu disesuaikan dengan keinginan saya.Subhanallah, cintanya tulus tanpa balas...
Saat libur sekolah pun, saya habiskan dengan Uti. Jalan-jalan pagi setelah sholat subuh yang dilanjutkan dengan belanja. Pulang dari jalan-jalan kami sudah membawa sayuran, susu sapi segar, dan koran buat kakung.
Saya ingat, sebulan sebelum beliau meninggal, beliau minta Bapak untuk mengantarnya ke rumah semua anaknya. Ke Jember, Surabaya, Gresik dan Trenggalek. Ngotot sekali, meski kami yang muda sudah memberi tahu, bahwa anaknya yang akan datang, beliau tetap pingin pergi. Kami todak sadar, mungkin beliau berpamitan..
Sekarang tujuh tahun sudah beliau pergi, ya Allah, ampunilah dosa beliau, dan berilah tempat yang nyaman di sisiMu..
Labels: family, freewriting
posted by nina
||12:34 PM ||
|
Wednesday, March 07, 2007
..........................................................................................................................................
# wanita
Pagi tadi, sejak subuh jakarta sudah turun hujan. Jam 7 pagi saya masih di dalam taksi yang membawa saya ke pulang ke kos setelah semalam tidur berpelukan berdua bareng indri. Diluar kendaraan sudah ramai, begitu juga orang berangkat kerja, meskipun hujan deras mengguyur Jakarta. Laki-laki dan perempuan berjalan tergesa-gesa menembus hujan dengan payung di tangan. Sepi di dalam sini, Sekilas saya mikir, perempuan sekarang kayaknya memang harus kerja. Meskipun cuma buat beli bedak * lho*.. tapi begitulah. Ya daripada bengong sendirian dirumah * yang ahirnya jadi presenter gosip*, mending kerja. Lebih bisa mengaktualisasikan diri.. Tapi begitu wanita bekerja, muncul masalah lain. Yang ga bisa ngurus rumah lah, ga becus ngurus anak, yang paling parah merasa dirinya sudah hebat dan meremehkan laki-laki. Iya laki-laki, entah pacar, suami, ayah, atau kakaknya. Kadang susah jadi wanita. tiap tingkah laku harus ditata sedemikian rupa.. Wanita ateges wani ditata, dan juga wani nata. Dalam pemaknaan yang pertama sosok wanita pandai-pandai membawa diri, berani mawas diri, mau diitik, bersikap ilmiah dan tidak emosional, bersedia diatur, tunduk dan patuk pada pertauran ataupun tata nilai yang benar. Selain itu ada juga Quote from my ispiring man, "menjadi wanita itu harus pinter dan bisa menghargai laki-laki"
simple not stupid words. iya, itu harus bisa menghargai suami, apapun keadaannya. Pinter punjul langit tapi tidak bisa menghargai suami itu percuma. Mungkin pada awalnya laki-laki bisa nerimo dan mengalah, tapi suatu saat saya yakin dia pasti berontak jika sisi hidupnya dilecehkan. Menjadi wanita juga harus siap mengalah untuk laki-laki. Meskipun emansipasi didengungkan dimana-mana, saya pikir memang sudah kondrat bahwa laki-laki adalah diatas wanita, bukan sebaliknya. Karena masing-masing mempunyai fungsi dan peran yang berlainan, meskipun keduanya memiliki martabat yang sama. Kadang sulit, apalagi jika sudah bersuami. Menjadi isteri, selain harus bisa mengalah dan menghargai suami, istri harus bisa mikul nduwur mendem jero. Yang mungkin bisa diartikan, memperlihatkan yang baik dan menyimpan yang buruk. Tentu bukan hanya disimpan saja , tapi sebisa mungkin diperbaiki agar bisa ditampakkan keluar. well, saatnya intropeksi, sudahkah kita menghargai laki-laki di sekeliling kita?ayah, adik, kakak, pacar, suami? Jika belum, mari belajar menghargai. Hilangkan ke-aku-an kita sebagai wanita. Kurangi bendera egoisme "aku harus menang, kamu harus ngalah" dari sisi hidup kita, dan cobalah memposisikan diri sebagai laki-laki jika pingin tau rasanya ga dihargai.. keep on moving saja, ingatlah wahai wanitah.. dibelakang laki-laki hebat pasti ada perempuan hebat.. Labels: freewriting, imho
posted by nina
||12:21 PM ||
|
Monday, February 26, 2007
..........................................................................................................................................
#sore
03.01 pm Honey : "Sayang, tar pulangnya jam 3.25 aja ya, coz aku mo solat ashar dulu" akyu : "Lah, kok baru bilang skr sih, aku kan udah siap-siap pulang, masak mo nunggu lai di kantor?". Dalam hitungan detik, raut muka saya berubah cemberut. Padahal langit sudah gelap akan turun hujan, masak masih santai di kantor. Saya juga lupa ga bawa payung.. Hampir saya saya batalkan pergi ke bonsir kalo ingat makeup kit saya ketinggalan di kamarnya devy. Daripada kehujanan coba?? Honey : "Ya sory-sory, dari tadi aku mo telp ga bisa terus, yawes tar klo mo pulang kabari aku ya. ati2 sayang" akyu : "yaweslah..huh" Dan ahirnya saya cuman browsing ga jelas demi menunggu sampe jam 3.25.
03.25 pm akyu : "mdani aku pulang sekarang, tar jemput ya?" Honey : "iya aku sholat ashar dulu, pulang sama sapa? sekarang sampe mana? tar kalo udha sampe halte busway kabari aku ya?" seperti biasa, mdani pasti overprotected klo saya pergi sendiri. akyu : "iya, aku dewean, masih jalan ke depan kantor".. teteeep aja nadanya judes. Saya pikir, yawdah sholat aja, aku pulang cepet biar ga kehujanan. Begitu saya sampe di gerbang kantor gerimis mulai turun. Angkot juga lama banget.. aih,, mo pinjam payung sama satpam tar gimana balikinnya? yawess pasrahh..
03.34 pm Saya sudah di halte busway setelah berlari-lari menyeberang jalan menghindari hujan yang sudah turun dengan derasnya. Untungnya tadi masih sempat bawa jaket, jadi baju ga basah banget. puff,,, sambil nunggu busway saya kabari mdani klo saya udah di halte busway...
Ga begitu lama bisnya datang. Bis sudah penuh. Ya ampyunn..rasanya sore itu menderiti sekale, pulang telat, kehujanan, masih harus berdiri pula! *efek pms kali ya* Dan kebiasaan saya kalo lagi di kendaraan umum kambuh, saya selalu memperhatikan penumpang secara berlebihan. Dalam arti, selalu melihat detail, dari atas sampe bawah. Dan pas di depan saya berdiri, ada sebuah keluarga. Ayah yang sedang menggendok balita yang tertidur di pangkuannya, disampingnya duduk anak perempuan tertua, memakai jilbab, kira masih SD. Disamping anak perempuan itu juga duduk adik laki-lakinya yang bersebelahan dengan ibunya. Keluarga dengan 3 anak yang masih kecil. Saya perhatikan pakaian mereka biasa saja, justru yang membuat saya trenyuh,kasihan, miris atau apalah namanya ketika saya liat sandal Ibu nya. Sandalnya sudah dekil dan ga layak pakai. Meskipun begitu wajah si Ibu terlihat bahagia, tenteram sekali meskipun kadang kakak & adik bertengkar kecil berebut tempat duduk. Hmm,, mungkin begitu ya kalo jadi istri. Harus nerimo,,berbakti sepenuh hati pada suami. Lantas, bila istri sudah berbakti apakah ada jaminan suami akan setia sampai mati? Sedangkan bila istri terlihat jelek karena terlalu capek mengurus rumah suami punya alasan untuk pindah ke lain hati.. Lalu apa hubungannya si Ibu itu dengan saya yang masih gondok berhujan-hujan sore itu? saya dan Ibu itu sama-sama wanita. Posisinya saja yang berbeda, tapi suatu hari nanti saya pasti ada di posisi Ibu itu. Dan sore itu saya merasa kerdil, gondok untuk hal yang remeh sekali, sedangkan Ibu itu hanya tersenyum sabar dan nerimo padahal saya yakin bebannya berat pasti. Aih, doakan saya prends, smoga saya yang pencilak'an ini bisa anteng, nerimo, dan berbakti pada suami, betul.. ganbate kudasai!!!  Labels: freewriting, lifestories
posted by nina
||10:26 AM ||
|
Saturday, February 17, 2007
..........................................................................................................................................
ga penting
ternyata saya sudah lama ga nge blog
dan
saya males buat nulis-nulis,,
secara,, banyak kerjaan, banyak yg harus diurus,,
lemayan capek dan menyita waktu,,,Labels: freewriting
posted by nina
||3:04 PM ||
|
Sunday, February 04, 2007
..........................................................................................................................................
Jakarta Kebanjiran
Pasti sudah basbang ya klo aku nulis ttg banjirnya jakarta pagi ini. hehehe.. coz di media apapun sudah dimuat. Tapi karena ini adalah force majure versi jakarta, dan saya termasuk penghuni nomaden jkt ga salah duonk kalo saya cerita-cerita dikit disini. Banjir di jkt sih bukan hal yg aneh lagi. Tiap tahun juga pasti banjir. Musim hujan identik dengan banjir, jadi bisa dibilang, jika hujan sudah turun berjam-jam dengan lebatnya banjir adalah suatu keniscayaan. Dan banjir yang menyelimuti jkt sejak kamis kemaren menurut BMG sih belum terlalu parah. Karena menurut prakirawan, banjir akan mencapai klimaksnya *bahasane rekk* pada bulan Februari nanti. Ya, kita berdoa aja, smoga perkiraan BMG itu meleset. Kasian tauk! Saya ga bisa bayangkan bijimana derita masyarakat jkt yang kebanjiran. Di ciledug, kampung, melayu, tanjung priuk, sunter, benhil, gatsu..dan dimana aja yg kena banjir. Pasti keadaan mereka sudah parah banget. Barang-barang di rumah bukan hanya terendam, bisa-bisa sudah mengambang. Belum lagi suplai makanan dari tim sar yang suka ngaret.. awawawawa... kasiaannn, ga tega saya ngeliatnya di tipi. Ada juga teman saya yang terjebak di dalam gedung kantor dari hari kamis sampai hari sabtu kemaren karena jalan di depan gedung sudah mirip sungai. Padahal kosnya dia ga lumayan deket sih dari jalan raya itu. Ya ampyun.... Ada juga yang terjebak di fly over jalan tol bermalam-malam. Yah gimana, mo turun juga jalan di bawah banjir.. Yah,,, so many stories.. Untung nyaaa,,, kos an saya dan calon kosan baru saya aman dari banjir. Meski begitu, 2 hari saya ijin ga masuk kantor karena jalur transportasi kuningan - ragunan lumpuh. Kemaren pagi saya coba berangkat ke kantor dengan semangat empat lima enam tujuh delapan. Dan ternyata begitu sampai warung buncit banjir setinggi pinggang orang dewasa. Ahirnya saya balik lagi, menghabiskan hari dengan makan, tidur, liat tipi memantau banjir. Yeah,, it's very long weekend!  Banjir yang sudah menjadi rutinitas jakarta setiap tahunnya selalu membuat saya menoleh ke Pak Gubernur tercinta Sutiyoso. Mana hasil pembangunan yang katanya menjadikan jakata sebagai kota super metropolitan, klo ada hujan beberapa jam gini aja jkt udah kelelep?? Pasti negara tetangga ngetawain kita. Ibukota negara kok bisa banjir?? I dare say, banjir tahunan ini bukan kesalahan satu - dua orang saja. Tapi seluruh masyarakat jkt punya andil. Pemerintah asal memberikan tender pembangunan tanpa melihat detail drainase & tata letak kota. Developer juga saking maruknya juga ga care sama sistem pengairan pada gedung yang dia bangun, sedangkan masyarakat juga masih ga sadar juga tentang kebersihan. Bisa kita nilai sendiri lah.. Jangan dikira jkt adalah kota yang keren, banyak bangunan mewah, banyak taman, dan imajinasi lain. Coba intiplah ke belakang gedung-gedung mewah tersebut, pasti banyak pemukiman kumuh, orang-orangnya juga kalo boleh saya bilang mirip orang kampung yang tinggalnya di kota. Lebih kasar lagi klo boleh saya bilang adalah ga berpendidikan.. well, bukan saatnya saling menyalahkan,. ingat kata Aa', mulai dari kita sendiri, mulai dari hal kecil dan mulai dari sekarang juga  Labels: freewriting, happening, imho
posted by nina
||9:10 AM ||
|
Monday, January 29, 2007
..........................................................................................................................................
busway vs macet

Today, saya berangkat ke kantor lebih siang. Secara mdani lagi libur saya berdayakan saja dia untuk nganterin saya ke halte busway di depan esia rasuna said. hihihihi.. *tarerengkyu mdani... qiqiqiiq :D*. Setelah nyebrang di jembatan penyeberangan busway dan beli tiket, saya pun duduk manis nunggu busway arah ragunan lewat. Sempet ngubrul sama mbak penjual tiket busway, kira-kira busway lama nggak, coz saya baca di media basbang ini kalo busway koridor 6[kuningan-ragunan] masih belum terlalu banyak, jadi saya agak kawatir juga klo nunggunya lama. Mungkin karena masih baru ya, suasana di halte tadi pagi masih sepi, hanya ada saya dan mas² satu lagi. Suddenly, ada kru dari trans tv yang sedang meliput di halte tadi.. asek asek,, otomatis saya ke shoot juga dunk  Tapi di tayangkan atau nggak mbuh-mbuhan... hahahahahhha..  Ga sampe 5 menit buswaynya udah dateng tuh..dan sodara-sodara, ternyata di dalam juga sepi.. ga sampe 10 orang deh. Jadi berasa nyarter busway. Well, busway koridor 6 ini berbeda dengan busway pendahulunya [misalnya busway blok M- kota] yaitu, tiketnya bukan lagi berupa plastik card kayak kartu ATM, tapi berupa karcis kertas biasaya. Kalo saya bilang mirip karcis klo kita nonton di twenty one.
Perbedaan yang kedua, kali ini ga ada suara cewek yang menginfokan busway akan berhenti di halte berikutnya [misalnya nih.. "next stop, sarinaaahh... "]. Busway yang sekarang ini justru keneknya yang sedikit teriak-teriak mengumumkan halte berikutnya. Sedikit manual banget lah..hehehhe.. 
Dan diatas busway saya bisa tersenyum bahagia. Saat pengendara roda2 dan roda 4 kepanasan merasakan macet sepanjang mampang, saya bersyukur bisa sante kayak di pante. Lemayan cepet, dengan busway saya sampe kantor ga lebih dari 20 menitan. Coba bandingkan dengan naek p20 saat pulang kerja, bisa 1 jam 15 menit..aihh..
Inti dari postingan saya kali ini adalah : busway ga mengurangi kemacetan, bahkan makin macet.. ya iyalaaaahh *pake gayanya torsud*
secara jalanan makin sempit, apalagi sejak busway beroperasi kendaraan kan ga boleh nyelonong di jalur busway..
maka dari itu sodara-sodara., manfaatkanlah busway, paling nggak dalam 1 minggu ada 2-3 x naek busway. itung2 mengurangi kemacetan gituh. Lagipula sudah ada busway, kenapa masih bersusah2 bawa mobil sendiri dalam keadaan tekanan batin & gangguan mental akibat macet?? udah dulu ah..M Demikian laporan hari ini, dari atas busway koridor 6, nina melaporkan..  Labels: freewriting, imho
posted by nina
||2:29 PM ||
|
Sunday, December 31, 2006
..........................................................................................................................................
review 2006, welcome 2007
Dalam hitungan jam lagi kita akan masuk tahun 2007, setelah tahun 2006 kita tutup dengan hari raya Idul Adha. It's a great moment bukan??
Ga terasa ya,, 2006 sudah berakhir. Kalo di flash back, dari 365 hari,banyak sekali kejadian yang bisa membuat saya tertawa bahagia, membuat saya deg²an sampe hal-hal yang membuat saya menjadi desperate ahirnya menangis.. *cengeng kan gpp, untuk meluapkan perasaan daripada cuman dipendem jadi jerawat... hihihihi*
Ya, memang hidup kan ga selamanya enak, suatu saat pasti ada naik turunnya juga. Dan untungnya selalu ada mami, papi, kamu *iya kamu huny,,*, dan sobat² di sekitar saya yang selalu siap mendengarkan dan memeluk saya saat saya desperate.. puff. thanks for the love and time to share with..  
Tahun 2006, adalah tahun dimana saya harus lebih sabar lagi menghadapi hidup *sok tua,xixixix*. Dari masalah kerjaan, kontrak, kuliah, keuangan, asmara *halahh* yang membuat saya belajar untuk jadi lebih dewasa..
hmmm, tahun baru kurang 12 jam 15 menit lagi, belum terlalu terlambat untuk merenung apa yang sudah dilakukan tahun 2006 dan apa hasilnya.. juga belum terlambat untuk membuat resolusi 2007 nanti 
well, nina ucapin Selamat Hari Raya Idul Adha dan Selamat Tahun Baru 2007 welcome to a better year of peace and prosperity..  Labels: freewriting, happening
posted by nina
||11:45 AM ||
|
Tuesday, December 26, 2006
..........................................................................................................................................
Cerita supir taksi
Hidup bertahun-tahun di Jakarta membuat saya sering memanfaatkan jasa transportasi taksi. Biasanya saat saya kesiangan berangkat ke kantor atau saat bus patas yang selalu ga ontime lewatnya  Dari taksi warna biru, putih, sampe warna emas susah saya coba. Yang paling sering sih taksi putih dengan tarif lama * ga perlu sebut merk kan?* Saking seringngnya naek taksi saya bisa mengkotak-kotakkan jenis supir taksi nya. Ada supir taksi yang pendiam, ga banyak bicara, sekali bicara cuman nanya "Kemana Mbak?". Tanpa kita beri arahan lewat mana dia sudah tau dan sampe di tempat dengan selamat sentosa. Ada lagi tipe supir taksi yang buta jalan. Dia juga pendiam [ga banyak tanya hal² ga penting]. Saking butanya dia jalanan jakarta, jadi sepanjang dari Thamrin - Kebagusan, tiap pertigaan / perempatan dia selalu nanya, "mbak, belok kiri apa kanan?". Sekarang itung aja ada berapa pertigaan dan berapa perempatan?? dalem ati saya udah ngeroweng setengah mati. Nih orang tau jalan gak sih? masa jadi supir taksi cuman modal bisa nyetir aja?? klo cuman itu aku yo iso rek! saking sebelnya sekalian aja saya jawab.. "belok atas Pak".. huh.. Tipe ketiga, adalah supir taksi yang cerewet. Dari pertama kita masuk dalam taksi sudah ditanya-tanya kerja dimana, kuliah dimana, kost nya dimana, ngajak ngobrol tentang keadaan ekonomi yang makin ancur, lalu lintas jakarta sampe hal-hal tentang kiamat. lohh.. capek ga?? Pernah suatu ketika saya naek taksi ke mal ambasador Kuningan. Supir taksinya cerita tentang tsunami di aceh, gempa di jogja, dan menurut dia jakarta akan dilanda bencana yang lebih dasyat dari tsunami & gempa karena di Jakarta kehidupannya sudah penuh dengan maksiat.. Saya sih "iya., iya" aja jawabnya. Mo jawab lebih banyak juga males. Tar pembicaraan dia lak ga brenti². Padahal saya lagi sumpek, pengen jalan². Diluar udan macet, eh di dalam taksi dapat service ceramah gratiss.. hehehhehe.. Tapi inget kata mdani, jangan liat sapa yang ngomong, tapi apa yang diomongin ke kita, sapa tau berguna.. Yayaya.. Laen lagi cerita temen saya anung. Saat akan ke depok, supir taksinya mendongeng tentang kerajaan² di Indonesia jaman dulu kala. Dari cerita Ken Arok, majapahit,, sampe ahirnya... anung tertidur saking excited dengerin supir taksi cerita.. hihihihihi  well, apapun cerita tentang naek taksi, jangan lupa selalu berhati-hati. Utamakan keamanan, merk taksi yang terpercaya, dan yang penting tarif lama..  Labels: freewriting
posted by nina
||7:26 AM ||
|
Monday, December 18, 2006
..........................................................................................................................................
cyber friendship
Wiken kemaren saya di rumah mbak neneng [sodaranya mdani] di bekasi. seharian.. Banyak hal yang diobrolin kemaren. Salah satunya tentang mbak dessy (adeknya mbak neneng) yang kenal suaminya lewat YM! a.k.a ye em ato yahoo messenger. Surprize banget yaks.. ga nyangka kalo bisa sampe merit gituloh.. Oya, mbahas tentang cyber friendship emang seru abis. Karena model pertemanan kayak gini hanya via blog, messenger, friendship connector ( frindster, hi5) atau forum. Modal nya juga cuman koneksi internet, rasa kepercayaan yang tinggi pada teman maya, juga PD saat kopdar (kopi darat). Sebagai orang yang addicted sama internet * kalo ga cek email sehari rasanya ga enak body* saya juga mengalami hal yang mirip sama mbak dessy. Ga perlu detail, intinya saya kenal mdani juga lewat MIRC , dilanjutkan dengan telpon-telponan sampe minimal 3 jam sehari, kirim2an email, ketemuan, sahabat sampe laaaamaaaaaaaa.. baru ahirnya jadian. hehehhehe.. Kalo sekarang MIRC udah nggak jaman lagi. Karena menurut saya MIRC nggak user friendly, semua command harus diketik manual dan nggak GUI bangett. Sekarang sih mostly udah pake YM!, ICQ, ato skype. Selain bisa ngobrol, kita juga bisa denger suara lawan bicara kita.. it's cool! Lain cerita teman saya si icha. Dia ketemu soulmate nya justru lewat fs a.k.a friendster. Kalo temen saya yang satu lagi, dia lebih enak berteman dengan orang2 penghuni forum blogfam. Sering kopdar, sering curhat dan jalan bareng. Tentunya curhat nya juga lewat messenger dunk Pada suatu siang saya juga dibuat terkaget- kaget karena saat ke carefour saya bertemu dengan mantan kakak kelas sekaligus mantan teman kerja yang lagi belanja-belanji bareng anak istrinya. Setelah ber haha-hihi, mdani cerita kalo mas & mbak tadi ketemunya via MIRC (jugak!).. dan mereka berhasil sampe merit dan punya anak... ga nyangka cyber friendship bisa punya efek sebesar itu.. Dan tiga bulan terakhir ini saya sedang berteman dengan seseoran di dunia maya..kami hanya berhubungan via email & sms! kadang saya heran dengan pertanyaan2 tentang diri saya yang dia tulis di email. Tapi saya coba tepiskan rasa itu, bukankan berteman di dunia maya harus memiliki rasa kepercayaan yang tinggi dalam berkomitmen?? Tapi rasanya -a thing must do- itu harus disingkirkan kali ini. Karena selama berteman dia tidak pernah sedikitpun jujur tentang siapa dirinya. it does not matter *notes to Aya : kamu baca postingan di blog saya kali ini nggak?? pasti baca ya.. karena kamu selalu ingin tau all about me :) oYa, kalo kamu masih penasaran siapa Ksatria malam,, dia adalah seseorang yang pasti ngefanss berat sama GIGI! you've got it .. :) Labels: freewriting
posted by nina
||3:12 PM ||
|
Monday, December 11, 2006
..........................................................................................................................................
about books
Kalau saya ditanya hal apa yang saya sukai,, jawabannya pasti salah satunya ada adalah buku. Iya buku,, bukan bantal..
History nya,, saya kenalan dengan dengan buku ketika umur saya 4 tahun. Sebelumnya saya sudah bisa membaca karena tiap hari setelah maen dengan teman2 sebaya di komplek, mbak pembantu saya dengan telaten mengenalkan huruf demi huruf.. Dan perkenalan sayan dengan buku dimulai ketika papi membawakan saya majalah BOBO..[majalah salah satu jenis buku juga kan..  ] Sejak saat itu saya berlangganan Bobo, sering juga diselipi majalah anak Islam. Kalo ga salah dulu namanya majalah "Anak Saleh". Alhasil, saya jatuh cinta sama Bobo sampai saya SMP kelas 1. Jangan tanya berapa Bobo ada di rumah waktu itu. Di kamar ada, di ruang tv ada, di garasi,, hmmm ada 4 dus besar yang isinya Bobo. Sampai sekarang saya masih ingat siapa aja yang ada di dalam Bobo..hehehe,, .. misalnya Bona gajah pink yang gendut itu, rong-rong si kucing, keluarga Paman Kikuk, Husin, dan Asta, Nirmala, Oki , Putri Bidadari, Deni si manusia ikan juga.. Kalau di majalah Anak Saleh, isinya sih do'a sehari-hari, cerita Nabi gitu deh.. Beranjak SD, saya mulia mengkoleksi buku *benar2 buku* seperti serial Lima sekawan dan Si Anak Badung by Enid Blyton -yang ini favorit saya-, Cerita rakyat di Indo, dan Kisah 25 Nabi. Kadang saya juga membeli komik jepang. Saat SMP, koleksi buku saya semakin banyak. Diantaranya serial Fear Street karangan RL. Stine menjadi favorit saya setiap ke gramedia. Begitu juga serial Lupus karangan Mas Boim Lebon. Pada usia ABG saat itu, saya juga centil2nya mengkoleksi pin-up, poster boyband dari majalah remaja yang ngetop kala itu bangsanya majalah Aneka, Gadis dan Kawanku. u know lah.. gimana histerisnya cewek ABG waktu ngeliat boyzone, backstreet dan N Sync. Saya empat merasakan euforia itu.. hihihih....  Saat SMK, selain membaca buku chicken soup, saya juga membaca buku-buku tentang kompi, pemrograman sampe web desain (sampe sekarang sih,, bukan cuman pas smk aja ) Sekarang, koleksi buku saya ga jauh-jauh dari chiklit, karangan Fira Basuki, karangan Dewi Lestari, dan juga buku-buku islam. Dan kejatuhcintaan saya pada buku masih terus berlanjut. Kemaren sabtu saya benar-benar lapar mata waktu dateng ke book fair di senayan. Sengaja saya ga bawa uang banyak untuk menjaga diri dari buku2 yang saya inginkan.. Tapi, ternyata teteppp,, uang 100rb plus nodong ke mas dani 30rb menguap demi 3 buku Linux, 1 buku bahasa inggris dan 3 buku cerita rakyat dari Belanda, Rusia, dan Perancis. habiss murmer banget sih.. sapa yang nggak tergoda. Untung kaki saya sudah capek berat muter2 stand di JHCC, kalo nggak saya pasti bela-belain nyari ATM.. Padahal bulan ini saya sudah membeli buku teenlit "Lukisan Hujan" karangan Sitta Karina, 1 majalah cewek, dan 2 majalah islam. awawawawawa.. oiya.. buku-buku yang jadi wishlist saya saat bookfair kemaren : ensiklopedia islam : Rp 100rb ensiklopedia umum 6 jilis : Rp. 1.3 jutaan buku Tausyah As' Gym >> ini blum tau harganya.. hayoo.. sapa yang rela mau belikan buku2 itu??? ....  Labels: freewriting, hoby
posted by nina
||9:22 AM ||
|
Friday, December 01, 2006
..........................................................................................................................................
cerita pagi
After some time I've finally made up my mindshe is the girl and I really want to make her mineI'm searching everywhere to find her againto tell her I love herand I'm sorry 'bout the things I've done I find her standing in front of the churchthe only place in town where I didn't searchShe looks so happy in her weddingdressbut she's crying while she's saying this Chorus:Boy I've missed your kisses all the time but this istwentyfive minutes too lateThough you travelled so far boy I'm sorry your aretwentyfive minutes too late Against the wind I'm going home againwishing me back to the time when we were more than friends But still I see her in front of the churchthe only place in town where I didn't searchShe looked so happy in her weddingdressbut she cryed while she was saying this Chorus:Boy I've missed your kisses all the time but this istwentyfive minutes too lateThough you travelled so far boy I'm sorry your aretwentyfive minutes too late Out in the streetsplaces where hungry hearts have nothing to eatinside my headstill I can hear the words she said Chorus:Boy I've missed your kisses all the time but this istwentyfive minutes too lateThough you travelled so far boy I'm sorry your aretwentyfive minutes too lateI can still hear her say.......Mornin' all, pagi gini saya sudah nangkring di depan pc. Jakarta mendung, dan karena itulah saya memutuskan ke kantor naek taksi *asline males jalan sih  * Yang agak berbeda dari taksi-taksi yangh biasanya saya tumpangi, taksi tadi pagi asik sekali. supirnya menyetelkan *haduh bahasane rek* saya lagunya michael learns to rock 1 album! senangnya... karena lagu-lagu itu mengingatkan saya sewaktu masih kost di malang. Hampir tiap sore saya feat ory nyanyi lagu nya MLTR dari kaset yang dibajak dari lucya.hihihihih  Belum puas dengan kegilaan sore, malamnya kami pasti nyetel mp3 di pc sampe subuh keesokan harinya. Jadi biar waktu tidur lebih happy gitu, karena sayup-sayup ada yang nyanyi di kamar. Ory, lesi,, bijimana kabar kleyan?? Labels: freewriting
posted by nina
||6:39 AM ||
|
Thursday, November 30, 2006
..........................................................................................................................................
nasib kuli outsource
Suatu perubahan memang selalu ada konsekuensinya, ada efek sampingnya. itu yang saya rasakan sekarang. Perubahan manajemen. Hampir smua personel di divisi saya kerja dirolling ke bagian lain. TL & Supervisor saya juga. Mereka diganti dengan orang- orang baru yang asalnya dari outsourcing. Saya ga mo menyebutkan apa badan outsourcing nya. Yang jelas saya merasa kecewa, karena mereka menempatkan orang2 yang ga berkompeten. Lah gimana kompeten? perusahaan saya adalah sebuah raja ISP, yang jadi TL & SPV di bagian saya harusnya orang-orang yang yang backgroundya TI. Tapi yang sekarang terjadi adalah prang2 itu backgroundnya ga malah marketing.. hahahhaha.. lucu sekali..  Heran deh eike,, bener2 ga masuk akal banget. Then,, kalo TL & SPV nya aja masih nu comers, kalo suatu saat anak buahnya mo tanya case yang sulit ato sumthin piye??? mereka opo iso?? Saya bukannya bermaksud menjelekkan, ngenyek atao ngetrek2,., tapi itu pengakuan mereka sendiri.. "Ya, saya backgroundnya marketing, jadi masih belajar disini" .. haduh... wadefak!! Mas2,, mbak2,, kita disini ga butuh orang yang sedang belajar, tapi kita butuh orang yang advance,, yang lebih senior, yang lebih ngerti riwayat masalah2 di sini.. bener2 ABCDEF!! oYA, Bukan itu saja efek samping dari perubahan manajemen ini.. yang lain juga ada.. tapi belum resmi & di sosialisasi sih, misalnya.. ga boleh bawa henpon, ga boleh browsing, tukeran jadwal hanya 2 kali, waktu keluar ruangan dibatasi.. oh God,,, pliss deh.. hari gene?!!!!!!!! lama2 saya ngerasa kerja rodi.. ini perusahaan yang jualan internet,, tapi karyawannya ga boleh internet an,, banyak karyawan di bagian saya yang masih kuliah S1 ato S2, tukeran dibatasi 2 kali.,. wadefak! emang sapa elu.. selama ini kita ga masalah meski tukeran berapa banyak kali asal bertanggung jawab.. dan sekarang dirimu datang hanya membawa luka.. sumpah.. saya ga suka, palagi liat orang2 yang akan jadi TL & SPV saya itu cuman bisa senyam-senyum jual muka, wira-wiri liatin orang kerja... mending lu ke laut deh! *desperate*Labels: freewriting, imho
posted by nina
||9:18 AM ||
|
Monday, November 27, 2006
..........................................................................................................................................
hanyut
lelah
jenuh
aku tetap mencandumu
sekaligus sedikit membencimu
tapi
aku selalu hanyutLabels: freewriting
posted by nina
||8:13 AM ||
|
Thursday, November 16, 2006
..........................................................................................................................................
IWIC
ahik ahik,, saya baruuu aja balik dari nonton IWIC [Indosat Wireless Innovation Contest]. Contest ini dibagi dalam 3 kategori, yaitu kategori SMP-SMU, sovwer software, dan hardware. Dan karena teman saya ada yang ikud lomba, so saya samperin dianya bareng indun_imut. wah,, ternyata lombanya seru banged loh, karena aplikasi yang dibuat para finalis itu keren dan rasanya unbelieveable. Misalnya nih, dari kategori SMP-SMU. Ada yang m'buat aplikasi "baby security" yang ada sensor suara & sensor lembab. So, klo si banyu ngompol ato nangis, alat tsb dial otomatically ke no hengpon ibunya. Trus adalagi dari kategori umum yang membuat aplikasi - i called it "where r u" - yang memadukan GPS & GSM, so wherever you are, headset akan memberi info dimana posisi kita atw barang yang dilengkapi alat ini by GPRS. Lebih seru lagi bcoz yang jadi host nya adalah Indra Herlambang & Donna Agnesia. ahaaa, jadi pengen liat peyutnya,,kan gosipnya lagi hamil dia..  Tapi, hadirnya donna buat saya hanya euforia sesaat setelah tau salah satu jurinya Onno W Purbo, pakar telematika indo  . Yaps, saya pengagumnya.. hihihii.. Finally, pemenang kontes diumumkan. Ternyata team teman saya tadi jadi juara favorit. Lah gimana ga jadi pemenang favorit kalo polling sms nya paling banyak, yaitu 4000an sms. Dan 1300an sms dikirim dari nomer hengpon kakaknya.. *halah, yo mesti ae jek, hengponnya ga jebol ta?!  * tapi sayangnya saya ga liat sampe habis, bcoz udah kabur kelamaan.. majibut aka makan gaji buta jadinya...hahahahhaha  Labels: freewriting
posted by nina
||12:49 PM ||
|
Wednesday, November 08, 2006
..........................................................................................................................................
macet makin parah
Rasanya setelah libur lebaran Jakarta makin macet. Terutama di jalur Mampang sampai Jembatan Menteng di depan hotel Four Season. Macetnya gila aja... Kemaren sore, as usual, saya pulang tenggo jam 5, keburu-buru keluar kantor demi mengejar patas 102 depok-jkt. Tapi ternyata belum jodoh, saya ketinggalan bus dan terpaksa naek p20. Untung aja dapet tempat duduk. Di sepanjang jalur buncit-mampang-kuningan benar-benar tersiksa dan mendiriti. Bus udah penuh gitu, sopir masih aja maksa nyari penumpang. Ngelesnya "maap ya mbak, kita belum dapat setoran dari pagi".. ya deritalu. Tapi jangan alihkan deritalu ke kita-kita dunk. Ya ampyun..di dalam bus bombay itu berasa jadi ikan sarden. Dipenyet-penyet ga karuan. Mungkin saking capeknya saya pun tertidur,,heehehhehehe Dan ga sengaja saya terbangun ketika sampe di depan pasar festifal. Bus teteup penuh.. puff..capek dey,, di jalur tengah, pembangunan halte busway masih berjalan, ini niy penyebab jalan makin macet. Padahal pembangunan monorail belum juga selesai juga,,awawawaawaw,,, Hampir jam 6 sore, tapi belum sampai juga di jembatan menteng  , yasud saya pasrah aja. Padahal kemaren malam saya harus ke kampus jam 6.30.. jakarta parah deh! Setelah berjalan lambat macam siput, ahirnya sampe juga di depan hotel four season, saya bisa sedikit lega, karena disini lah ujung kemacetan. Jalur menuju menteng kan jalannya makin sempit, jadi kendaraan dari arah kuningan dengan empat jalur mobil harus antre masuk ke jalan di jembatan menteng yang cuman dua jalur. Apalagi di dekat jembatan menteng ada putaran, lampu merah, dan banyak warung kaki lima di depan plasa menteng, aww,, lengkap sudah. Bus baru bisa jalan kenceng setelah melewati plasa menteng. Dan ahirnya, saya baru sampe di pertempatan gondangdia jam 6.35,,  Biasanya sih, saya pulang jam 5 teng sampe rumah jam 6 lebih 5 menit. Dan setelah ada pembangunan busway, molor 30 menit,, Oh God,,, ya smoga aja kalo busway udah beroperasi jalan jadi ga macet lagi,,  ya ya ya,, hidup di sini memang harus sebisa mungkin dinikmati dan bersyukur,,  Labels: freewriting
posted by nina
||8:13 AM ||
|
Friday, November 03, 2006
..........................................................................................................................................
cerita mudik
Ahirnya, saya balik ke jakartamu lagi..  Mudik kemaren kok berasa cepet banget yah? apa karena padatnya acara atau memang karena kurang lama? Atau karena dua-duanya?  Yang jelas, lebaran kali ini, rumah saya dijadikan tempat berkumpul semua sodara-sodara yang berasal dari satu eyang buyut. Bukan banyak lagi, tapi banyak bangettttttttt.. Saking banyaknya sodara saya itu, rumah udah ga muat jadi mereka harus nginep di hotel. Yaolo... Lah salah siapa,, jauh hari sebelum hari H pertemuan keluarga, papi udah cengkrang-cengkring sodara-sodara saya di Lamongan, kediri dan surabaya untuk memastikan datang kapan. Jadi klo emang mo nginep hotel mo di book dulu. Lah mereka kompakan jawab rahasiaaaa..Ahirnya,, sehari sebelum hari H, mereka rame-rame dateng. Begitu sampe rumah langsung sibuk telpon ke hotel  Seneng banget rasanya bisa ketemu sama mereka, pakdhe, budhe, om, tante, adek& kakak sepupu sampe keponakan, hihihihi.. karena saya hampir selalu ga bisa dateng acara pertemuan keluarga tiap enam bulan sekali ituh. Biasalah, sibuk.,.. qiqiqiiqiqiqi Tapi teteeeepp... yang ditanya selalu hal itu dan saya dengan bosennya jawab gini.. hehehhehehe,,  lah gimana ga bosen, setiap orang selalu nanya. Hampir setaun ga ketemu ternyata eh ternyata ada good news, dua kakak sepupu (mbak cici & mbak atik) saya udah mo merit pertengahan tahun depan nanti, dan mereka udah wanti-wanti saya untuk dateng ke surabaya. Ya, ya, ya,,, liat jadwal tar deh mbak...*adek mu iki lak sibuk pol seh...  * Dan hari-hari setelah pertemuan keluarga yang rame-sekale itu, cuman saya habiskan dengan sowan ke rumah temen-temen SMP, sowan ke rumah budhe, sowan ke Jember & Lumajang, ketawa  & maen berguling-guling sama fany+nita.. enyak enyak enyak... Oia, pas pulang dari Surabaya kemaren sempet juga liat lumpur lapindo itu. parahhh banget,.. rumah-rumah udah terendam lumpur, yang keliatan cuman atapnya aja.. kasian banget ngeliatnya. Tapi untung aja, tol dari Surabaya-Porong lancar meski jalannya merambat. Kalo tanggul lapindo itu jebol,, wah ga tau deh gimana nasib orang-orang yang rumahnya di sekitar sana. Intinya pulang kemaren bener-bener enak dan bahagia sekali. Ya,,meski ga foto-foto, karena lebih enak berciuman & berpelukan dengan adek & kakak daripada harus sibuk pose.hehehheh Cuman pas mo balik ke jakarat yang menderiti.. Gimana nggak, kalo kereta Argo Bromo Anggrek yang dijadwalkan sampe jakarta jam 5.30 pagi ternyata eh ternyata molor ga karuan sampe jam 7 malem. Yap, saya terjebak di kereta selama 12 jam karena kereta parahyangan yang terguling itu  . Dua belas jam itu menunggu antrian masuk jakarta. waawawawawawa,,,  cirebon - jkt 12 jam,, gilakz. Dan udha ga keitung lagi sms yang masuk dari papi, mami, fany sama bulik yang nanya udah sampe atau belum. Tapi alhamdulillah bisa sampe dengan selamat.. Yawdah, segitu saja dulu ceritanya, udah masuk kerja lagi.. keep fighting!! Labels: freewriting
posted by nina
||8:55 AM ||
|
|